Diposkan pada Travelling

Jalan-Jalan ke Belanda

Tulisan ini sebenarnya adalah tulisan yang beberapa waktu lalu dikirim ke Rubrik jalan-jalan Leisure Republika. Namun tidak dimuat. Jadi saya share disini saja ya.Gaya bahasa penulisan pun dibuat seperti rubrik jalan-jalan di Leisure. Dan karena tidak dimuat, di blog ini saya tambahin foto narsis saya.Hehe..Judul tulisannya sih Jalan-Jalan di Negeri Ratu Beatrix. sayang karena tulisan travelling perdana, jadi acakadul deh nulisnya.

Beberapa waktu yang lalu saya dan suami berkesempatan mengunjungi beberapa negara di Eropa. Adalah suatu kebetulan sekali karena impian selama ini untuk bisa menginjakkan kaki di Eropa terlaksana. Jalan -jalan kali ini adalah suatu perjalanan yang berkesan,karena selain perjalanan ke Eropa pertama kali bagi kami (sebelumnya kami pernah ke Singapura dan Malaysia) perjalanan kali ini gratis. Ya, saya adalah salah satu dari lima pasangan pemenang yang memenangkan lomba menulis dari salah satu produk Unilever ke Paris. Alhamdulilah ternyata hadiahnya tidak hanya jalan-jalan ke Paris tapi juga ke beberapa negara di Eropa yang salah satunya adalah Belanda

AMSTERDAM

Rumah - rumah di Amsterdam
Rumah – rumah di Amsterdam
Narsis berdua suami
Narsis berdua suami

Perjalanan ke Belanda dimulai dengan mengunjungi kota Amsterdam. Kota Amsterdam adalah ibukota Belanda yang merupakan kota terbesar di Belanda.Meskipun pusat perdagangan Belanda adalah kota DenHag namun Amsterdam adalah destinasi bagi turis yang ingin mengunjungi Belanda. Di Amsterdam ini selain mengunjungi old town Amsterdam, Royal palace dan central station kita juga berkunjung ke tempat pengasahan berlian yaitu Coster Diamond. Belanda terkenal sebagai tempat pengasahan berlian nomor satu di dunia. Oleh karena itu kunjungan ke Coster Diamond ini mempunyai kesan tersendiri bagi kami. Coster Diamond adalah salah satu pabrik tertua yang masih beroperasi sebagai tempat pengasahan berlian. Crown Jewels dari Inggris dan Dresden Green Diamond adalah salah satu berlian yang diasah disana. Uniknya dari tempat ini adalah mereka mempunyai beberapa pegawai dari beberapa negara. Hal itu memudahkan jika ada turis yang berkunjung dari negara yang bersangkutan. Penjelasan bisa disampaikan dengan bahasa tempat turis berasal. Rombongan kami disambut oleh beberapa staf yang ramah dari Indonesia. Dengan bahasa Indonesia kami dijelaskan proses pengasahan berlian dari batu menjadi berlian yang indah dan berharga mahal.Ternyata harga sebuah berlian tergantung dari empat hal yaitu carat, warna, clarity dan potongannya. Wah jadi tahu berbagai macam harga berlian dan jenis-jenisnya. Disana juga dipamerkan beberapa berlian yang siap pakai dan boleh dibeli oleh pengunjung. Sayangnya harganya mahal-mahal.Jadi suamiku tidak membelikanku.Hehe.Tapi ternyata salah satu rombongan kami ada yang membelikan pasangannya.So sweet….

Staff dari Indonesia menerangkan pembuatan berlian
Staff dari Indonesia menerangkan pembuatan berlian
Berlian tiruan yang dipajang sesuai bentuk aslinya
Berlian tiruan yang dipamerkan

VOLENDAM

Setelah puas berkeliling Amsterdam dan sempat makan siang di restoran Jawa yang ada disana kami berkunjung ke Volendam.Volendam terletak 15 km disebelah utara Amsterdam. Volendam adalah sebuah desa nelayan yang terletak di dekat Edam di muara sungai.Awalnya Volendam ini adalah pelabuhan.Tapi pada saat Edam memiliki pelabuhan baru Volendam dibiarkan begitu saja.Sekarang Volendam menjadi tempat tujuan wisata yang wajib dikunjungi para wisatawan jika berkunjung ke Belanda.Rumah penduduk asli dengan atap runcing runcing dan jendela berbentuk kotak kotak adalah pemandangan khas di Volendam. Pemerintah Belanda berhasil menyulap Volendam menjadi kota wisata yang penuh dengan tempat tempat orang menjual souvenir,studio foto,hotel,restoran Seafood dan sebagainya.Apabila kita masuk ke salah satu toko Souvenir terbesar disitu diputarkan video sejarah berdirinya Volendam.

Foto Bu Megawati di salah satu studio di Volendam
Foto Bu Megawati di salah satu studio di Volendam
Suasana di Volendam
Suasana di Volendam
Penulis di depan rumah-rumah di Volendam
Penulis di depan rumah-rumah di Volendam

Berkunjung ke Volendam tak lengkap rasanya jika tidak berfoto dengan baju tradisonal nelayan Belanda. Di tempat ini berjejer beberapa studio foto yang menawarkan foto dengan baju khas Belanda ini.Tentu saja kita harus jeli memilih studio foto karena mereka menawarkan dengan beberapa harga yang berbeda.Kebetulan aku dan suami sempat berfoto dengan baju khas ini. Dengan 14 Euro kami sudah bisa berfoto berdua dan mendapatkan foto ukuran besar untuk bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Baju khas nelayan ini cukup besar ukurannya sehingga kita tidak usah mencopot pakaian kita. Cukup melapisi pakaian kita dengan baju ini kita siap difoto. Selain baju dan klompen kayu ,untuk wanita juga dipakaikan topi dan kalung serta membawa bunga saat difoto.Sementara yang laki laki berfoto membawa akordion selain topi dan klompen sebagai pelengkap. Ada juga studio foto yang ramai sekali dikunjungi wisatawan.Ternyata studio yang ramai ini memasang foto para tokoh dan selebritis di Indonesia sebagai contoh.Salah satu teman seperjalanan tidak jadi berfoto memakai pakain khas karena antrian terlalu panjang di studio ini.Padahal studio kami yang kami gunakan foto cukup sepi.

CRUISE CANAL

Perjalanan ke Belanda hari itu diakhiri dengan wisata Canal Cruise.Dengan wisata kanal ini kita akan menyusuri Amsterdam dengan perahu boat. Dengan tiket 14 Euro per orang kita bisa menikmati indahnya Amsterdam yang bisa dinikmati dengan boat sambil menyusuri sungai selama satu jam 15 menit. Perjalanan selama itu menjadi tidak terasa karena kita disuguhi pemandangan yang indah.Rumah rumah penduduk di sepanjang sungai, masyarakat yang menghabiskan waktu sambil duduk duduk di pinggir sungai, jembatan bahkan rumah rumah yang berbentuk perahu yg dulunya adalah tempat tinggal. Dengan nahkoda Belanda sepanjang perjalanan kita diterangkan sejarah tentang Amsterdam dan Belanda melalui tape atau rekaman.Sungguh wisata yang tidak terlupakan

Pemandangan daratan dari atas kapal Cruise
Pemandangan daratan dari atas kapal Cruise
Kapal Cruise
Kapal Cruise
kami dan Bu Warih dan bapak Warih pasangan tertua di rombongan kami
kami dan Bu Warih dan bapak Warih pasangan tertua di rombongan kami

Naik Apa Habis Berapa

Perjalanan ke Belanda bisa dicapai dengan pesawat dari dalam atau luar negeri.Kita bisa menggunakan pesawat KLM,Emirates atau Singapore Airlines.Selain itu Garuda juga melayani rute Jakarta Amsterdam yang bisa ditempuh dalam waktu 16 jam 5 menit.Rata rata tiket Jakarta Amsterdam dari beberapa maskapai ini adalah sekitar 12 juta.Namun jika salah satu maskapai sedang mengadakan promo tiket bisa diperoleh dengan harga delapan jutaan saja.

Untuk bisa ke Belanda kita harus mengurus visa Schengen terlebih dahulu.Dengan visa ini kita bisa keluar masuk beberapa negara Eropa tanpa perlu banyak visa. Biasanya kita aplikasi visa di Negara yang paling lama kita kunjungi. Seperti kemarin kami mengajukan visa ke kedutaan Prancis karena beberapa hari tinggal di Paris sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Belanda.Namun jika tujuan kita langsung ke Belanda atau tujuan terlama adalah Belanda kita bisa mengajukan visa Schengen melalui kedutaan besar Belanda di Jakarta.

Iklan

Penulis:

Seorang ibu rumah tangga dengan dua jagoan yang hobi membaca dan menulis

2 tanggapan untuk “Jalan-Jalan ke Belanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s