Diposkan pada Lomba

Palm Sugar Dan Kenangan Masa Kecil

Setiap mendengar Palm Sugar ingatanku langsung melayang ke masa lalu. Puluhan tahun lalu di setiap pagi diantara segarnya udara pagi di sebuah desa di daerah Magelang yang sejuk.

” Lik Siami , tumbas  ketan kaliyan lupisnya nggih  kalih  bungkus”, kataku

” kinca nya dipisah opo dicampur Nung? ” tanya Lik Siami si penjual.

” Nggih dicampur mawon Lik, enak menawi dicampur”, kataku

Yah…penggalan dialog diatas adalah penggalan dialog ku sehari-hari di kampung halaman puluhan tahun yang lalu. Hampir setiap pagi sebelum berangkat sekolah aku membeli dua bungkus ketan dan lupis untuk sarapan aku dan adikku sebelum berangkat sekolah. Di desaku setiap pagi ada banyak penjual sarapan yang terdiri dari macam-macam gorengan,  bubur baning, ketan dan lupis. Lik Siami ini adalah penjual langganan favoritku.

Ketan adalah makanan yang terbuat dari beras ketan. Cara penyajiannya yaitu beras ketan ditanak sampai matang, diberi parutan kelapa dan diberi kinca. Demikian juga lupis. Lupis ini terbuat dari beras ketan juga. Cara membikinnya beras ketan dibungkus daun dengan bentuk tertentu dan diikat. Cara memakannya juga sama yaitu daun lupis dibuka, kemudian lupis diberi taburan kelapa dan diberi kinca.Kinca adalah larutan gula aren atau gula kelapa yang rasanya manis.Rasanya enak sekali.

Kue lupis dengan kinca di atasnya
Kue lupis dengan kinca di atasnya

Ah…kinca selalu mengingatkanku akan masa lalu. Masa kecil yang indah. Bukan hanya kinca tapi setiap melihat gula kelapa ingatanku akan masa kecil juga melayang. Almarhum nenekku adalah penghasil gula kelapa. Bahasa kerennya sih Coconut Palm Sugar. Nenekku mempunyai satu hektar kebun di desa yang ditanami beberapa pohon dan diantaranya adalah pohon kelapa. Tentu saja beliau tidak mengerjakan sendiri. Ada pegawainya yang tinggal di presil tempat pohon kelapa itu berada dan mengolahnya menjadi gula Jawa. Jika sudah siap puluhan kilo gula kelapa itu dibawa ke warung sembako nenekku dan dijual disana.

Selain gula aren, gula kelapa juga termasuk palm sugar. Perbedaaannya jika gula kelapa dibuat dari nira kelapa. Sedangkan gula aren terbuat dari nira aren.

Seperti tradisi nenek dan ibuku, meskipun sekarang aku tinggal di kota besar, aku pun masih memasak memakai gula Jawa. Tapi karena di Jakarta yang banyak gula aren dari aren , aku memakai gula aren dan bukan gula kelapa lagi.  Awalnya aku tidak mengetahui khasiat dan perbedaannya dibanding gula pasir. Ikut-ikutan saja karena semua orang di kampungku  memasak menggunakan  palm sugar dan bukan gula pasir.

Sekarang setelah hidup di kota besar dan browsing sana sini baru aku mengetahui manfaat dan perbedaannya. Ternyata gula yang selama ini kupakai yaitu gula aren adalah pemanis sehat. Dalam sebuah artikel disebutkan bahwa penyakit diabetes bisa dikontrol dengan mengganti pemanis yaitu gula putih dengan gula aren atau palm sugar. Jadi palm sugar adalah pemanis sehat. Mungkin itu sebabnya di desaku jarang sekali orang terkena diabetes. Selain pola makan yang bagus, penggunaan pemanis sehat ini bisa juga menjadi salah satu sebabnya.

Kini sudah sepuluh tahun aku tinggal di Jakarta. Kenangan masa lalu akan kue lupis dan ketan selalu membuatku rindu kampung halaman. Tapi sekarang aku tidak perlu bingung dan repot-repot lagi. Arenga Palm Sugar menyediakan kinca siap pakai. Jadi jika ingin menikmati makanan tradisional masa kecil tinggal membuat kue lupis atau ketannya. Dan dengan  kinca siap saji dari Arenga  makanan siap dihidangkan.

Palm sugar cair atau kinca dari Arenga
Palm sugar cair atau kinca dari Arenga

Selain Liquid Palm Sugar Arenga juga menyediakan gula aren dan gula semut kemasan . Jadi terbukti hiegenis dan awet.

Produk-produk Arenga
Produk-produk Arenga

“Ikutan Menulis Tentang Pemanis Sehat Yuk…”

Banner-Peduli-Pemanis-sehat

Sumber materi dan gambar :

http://www.palmsugarindonesia.com/

http://www.kaskus.co.id/

Iklan

Penulis:

Seorang ibu rumah tangga dengan dua jagoan yang hobi membaca dan menulis

19 tanggapan untuk “Palm Sugar Dan Kenangan Masa Kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s