Diposkan pada Travelling

Pesona Sariater Diantara Hijaunya Kebun Teh

Pukul setengah empat pagi hari Minggu tanggal 30 Maret 2014 kesibukan di rumah kecilku dimulai. Si ayah menyiapkan mobil dan membopong dua krucils ke mobil. Sementara aku sibuk denggan barang-barang yang akan kami bawa. Pukul empat pagi kami berangkat meninggalkan rumah. Tujuannya Sariater pemandian air panas yang terletak di daerah Ciater Subang. Yup..ini adalah piknik mendadak kami. Tiba-tiba jam sepuluh malam si ayah mengajak kami jalan-jalan ke Sariater dan berangkat pagi-pagi agar tidak macet.

Pukul tujuh lebih seperempat kami sudah tiba di Ciater. Pemandangan hijau kebun teh terhampar di depan mata. Sungguh sejuk dipandang.  Pemandangan indah juga ini lah yang membuat kami berulang kali datang kesini. Ini adalah perjalananku keempat. Sebelumnya aku pernah mengunjungi resort ini tahun 2003 acara gathering kantorku. Tahun 2006 acara gathering kantor si ayah pas hamil Faris dan tahun 2010 dalam sebuah liburan keluarga bersama dua krucils.

Pemandangan indah. Gambar di ambil disini
Pemandangan indah. Gambar di ambil disini

Perut keroncongan membuat kami mampir ke salah satu restoran untuk mencari makan. Hati -hati kalau mencari makanan atau sarapan di daerah sini ya. Kebanyakan tidak mencantumkan harga dan membuat mata kita terbelalak saat membayarnya.  Demikian juga yang terjadi pada kami pagi itu. Jadi sebaiknya tanyakan terlebih dahulu harganya sebelum kita memesan makanan yang kita inginkan.

Setelah kenyang, kami segera menuju resort Sariater. Resort ini terletak di Jalan Raya Ciater Subang.  Sariater adalah resort pemandian air panas. Kami harus membayar tiket di pintu masuk gerbang sebelum memasuki area parkir. Harganya dua puluh dua ribu rupiah per orang. Untuk anak usia tiga tahun ke atas harus membayar penuh. Karena parkir di depan penuh, kami memarkir mobil kami di area parkir timur.  Belum banyak yang berubah dibanding beberapa tahun lalu saat kami kesini.

 

Tiket masuk Ciater
Tiket masuk Ciater
Pintu Masuk Taman  Rekreasi Parkir Timur
Pintu Masuk Taman Rekreasi Parkir Timur
Spanduk beberapa wahana di dekat pintu masuk
Spanduk beberapa wahana di dekat pintu masuk

Setelah memasuki Taman Rekreasi , area yang pertama kali kami tuju adalah kolam renang. Mengapa kolam renang?  Yup…selain tujuan utama kami kesini adalah berendam air panas,  yang jelas kami belum mandi dari rumah. Jadi kami memutuskan mandi dulu sebelum jalan-jalan.  Ada dua kolam renang disini yaitu PuloSari dan Leuwisari. Kami memutuskan renang di Leuwisari karena tempatnya lebih kecil dan tidak terlalu rame.  Masing-masing harus membayar tiket masuk sepuluh ribu rupiah.

Tiket kolam renang
Tiket kolam renang
Kolam renang Leuwisari
Kolam renang Leuwisari
Area kolam renang Leuwisari
Area kolam renang Leuwisari

Untuk pengunjung yang ingin berendam air panas  dan tidak mau membayar , tidak perlu masuk kolam renang . Sariater mempunyai beberapa tempat yaitu sungai air panas untuk berendam. Pengunjung cukup berendam disana, di area terbuka dan meyewa beberapa tikar untuk duduk-duduk keluarga sambil menunggu yang lain berendam.

Sungai air panas
Sungai air panas
Berendam di sungai
Berendam di sungai

Setelah puas berenang kami segera berkeliling arena Sariater. Badan sudah terasa enak dan segar sehabis mandi air panas. Disini ada banyak wahana. Diantaranya adalah  rumah hantu,  wahana sepeda air, arena bermain,  flyng fox , naik kuda  dan ATV. Anak-anak naik Flyng Fox sebelum bermain di taman bermain yang murah meriah alias gratis.  Tiket Flyng Fox nya juga terjangkau. Lima belas ribu untuk sekali naik dan dua puluh ribu untuk dua kali naik.

 

Taman Bermain
Taman Bermain

 

Arena Flyng Fox
Arena Flyng Fox

 

Faris Bermain Flyng Fox
Faris Bermain Flyng Fox

Untuk sepeda air biayanya delapan ribu rupiah, berkuda tiga puluh lima ribu rupiah, naik kereta api delapan ribu rupiah dan rumah hantu tujuh belas ribu rupiah per tiketnya. Anak-anak puas menjajal berbagai wahana yang ada di sana.

Arena sepeda air
Arena sepeda air

Yang unik dan bikin menarik semua karyawan yang bekerja di Sariater ini menggunakan baju khas Sunda. Kayak baju yang dipakai si kabayan gitu. Baju item-item plus ikat kepala. Semua penjaga wahana, tukang kuda,  tukang sapu bahkan sampai penjual susu keliling memakai baju seperti ini. Tersesat ? tanya aja kepada yang berpakaian item-item khas Sunda . Mereka adalah karyawan Sariater.

Karyawan penjaga rumah hantu
Karyawan penjaga rumah hantu

Waktu menunjukkan jam dua belas siang.  Kami sudah lelah dan puas bermain.  Waktunya untuk mengunjungi tempat wisata berikutnya. Sampai ketemu lagi Sariater.

 

Iklan

Penulis:

Seorang ibu rumah tangga dengan dua jagoan yang hobi membaca dan menulis

4 tanggapan untuk “Pesona Sariater Diantara Hijaunya Kebun Teh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s