Diposkan pada Lomba

Pentingnya Edukasi Finansial Sejak Dini

Suatu hari seorang teman menulis di status Facebook kurang lebih begini ” Aduh si dedek dibawain uang seratus ribu, cuma beli satu kotak susu kecil kenapa kembalinya cuma empat puluh ribuan sekian ? Gimana sih mbak kasirnya ?” Dan berbagai komen pun bermunculan di status. Sebagian besar menyalahkan mbak kasir yang dianggap curang karena bisa menipu anak kecil dengan kembalian yang kurang. Sebagian menyalahkan si teman karena anak kecil diberi uang seratus ribu hanya untuk membeli susu. Kalau aku pribadi berpendapat kesalahan ada di kedua belah pihak. Pertama kepada temanku karena memberikan uang seratus ribu hanya untuk membeli satu kotak susu kecil seharga tiga ribuan. Kedua kepada mbak kasir yang tidak memberikan kembalian sebagaimana mestinya. Sebenarnya kasus tersebut tidak akan terjadi jika si anak mengerti akan mata uang sehingga dia bisa menghitung berapa uang kembaliannya.

Mengenalkan Konsep Uang Sejak Dini

 

Sebagai seorang ibu, saya pribadi mengenalkan konsep uang kepada Faris dan Devin sejak mereka duduk di bangku TK. Meskipun keduanya tidak dibiasakan jajan , namun aku tetap mengenalkan konsep dan pecahan uang. Tentu saja dimulai dengan pecahan yang kecil yaitu lima ratus rupiah, seribu rupiah, dan dua ribu rupiah. Saat mereka TK mereka sudah bisa membedakan mata uang lima ratus, seribu, dua ribu. Untuk mata uang yang lebih besar seperti lima ribu, sepuluh ribu dan lima puluh ribu anak-anak juga diperkenalkan meskipun mereka jarang memegangnya. Jika lebaran tiba mereka baru memiliki pecahan sepuluh ribu dan lima puluh ribu dari angpao yang mereka dapatkan. Semakin besar , saat duduk di sekolah dasar kelas satu dan dua Faris dan Devin sudah bisa membedakan uang lima ribu, sepuluh ribu,lima puluh ribu hingga seratus ribu meskipun mereka tidak terbiasa jajan.

Bisa membedakan pecahan uang. sumber : disini
Bisa membedakan pecahan uang. sumber : disini

Mengenalkan Konsep Menabung

Setelah mengenal konsep mata uang Faris dan Devin mulai diperkenalkan dengan konsep menabung. Sejak duduk di TK , aku membuka rekening atas nama mereka berdua untuk menyimpan uang angpao dari kakek, nenek , om dan tantenya setiap lebaran. Sejak duduk di SD setiap hari aku memberi mereka uang saku lima ribu rupiah. Dua ribu untuk jajan dan sisanya ditabung. Dengan konsep menabung anak-anak diajari untuk memiliki sesuatu dengan cara menabung terlebih dahulu meskipun kedua orang tuanya mampu membelikan. Sekarang anak-anak terbiasa menabung dan membeli mainan atau buku bacaan yang mereka inginkan dengan uang tabungan mereka. Jika uang di celengan terkumpul agak banyak, uang di celengan disetorkan di Bank di rekening mereka. Anak-anak antusias setiap diajak ke bank dan menyetorkan uang mereka. Apalagi ada ATM dengan nama mereka masing-masing. Dengan menanamkan kebiasaan menabung anak-anak lebih bisa menghargai nilai uang dan tidak jajan sembarangan demi barang-barang yang mereka inginkan.

Celengan Faris Devin
Celengan Faris Devin
Buku Bacaan Yang dibeli dengan uang tabungan
Buku Bacaan Yang dibeli dengan uang tabungan

Mengenalkan Konsep Investasi

Setelah anak-anak mengenal mata uang dan menabung , anak-anak juga diajari cara berinvestasi. Tentu saja dengan cara yang sederhana yaitu melalui permainan Monopoli. Dengan permainan Monopoli anak-anak dilatih untuk berinvestasi dengan cara membeli rumah ataupun gedung. Mendapatkan untung jika menjual property, mendapatkan uang sewa dari Tanah atau gedung yang mereka miliki atau bahkan meminjam uang dari Bank jika mereka kekurangan uang. Tentu saja semuanya dengan mata uang mainan alias Monopoli. Dengan permainan Monopoli anak-anak dilatih untuk berinvestasi dengan uang mereka meskipun dengan mata uang mainan.

Permainan Monopoli Faris Devin
Permainan Monopoli Faris Devin

Melek Finansial dan Berbagi

Setelah mengenal mata uang dan menabung, anak-anak juga diperkenalkan dengan konsep berbagi. Melek Finansial tidak berarti pelit dan memandang sesuatu secara materi. Dengan melek finansial, anak-anak lebih mudah diajarkan cara berbagi. Tentu saja dengan cara yang sederhana terlebih dahulu. Faris dan Devin terbiasa memberi uang pecahan seribu atau dua ribu kepada pengemis yang mereka temui. Sungguh aku pernah terharu saat beberapa waktu yang lalu Devin membuka celengannya yang berisi pecahan dua ribuan, lima ribuan dan sepuluh ribuan. Totalnya tiga ratus ribu berupa uang pecahan dan diserahkan padaku. ” Ini untuk membantu anak-anak Palestina yang tidak bisa makan dan bermain seperti Devin disini Bu”, katanya. Ternyata melek finansial tidak berarti pelit. Justru dengan mengenal mata uang anak-anak mengerti arti berbagi. Minggu ini Faris dan Devin sudah ribut minta diantarkan ke Bank. Mereka ingin berkurban di sekolah dengan uang tabungan mereka yang sudah ada di Bank. Hiks…jadi terharu.

Tentang Sun Life Financial

Sun Life merupakan bagian dari Sun Life Financial, salah satu organisasi keuangan terkemuka di dunia. Didirikan pada 1865 dan berkantor pusat di Toronto, Kanada, Sun Life Financial beroperasi di berbagai pasar kunci di seluruh dunia. Sejak 1995, PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) telah menyediakan masyarakat Indonesia dengan program yang lengkap mulai dari produk-produk proteksi dan pengelolaan kekayaan, termasuk asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan, dan perencanaan hari tua. Dengan menabung dan membeli salah salah satu produk di Sun Life berarti kita sudah aware terhadap perlindungan keluarga dan memikirkan kesejahteraan keluarga di masa depan. Sun Life terbukti menjaga keluarga Indonesia dari berbagai kemungkinan yang tidak terduga. Mari kita sedia payung sebelum hujan dengan mempersiapkan dan merencanakan keuangan di masa depan.

Keluarga Bahagia Aman Terlindungi Dengan Sunlife
Keluarga Bahagia Aman Terlindungi Dengan Sunlife

Setiap orang tentunya mendambakan ketenangan dan kepastian. Namun di sisi lain, kita ingin menikmati manfaat lebih dari uang yang kita miliki. Perencanaan perlindungan dari PT Sun Life Financial Indonesia menawarkan kombinasi yang sempurna dari keduanya, solusi cermat berinvestasi yang digabungkan dengan perlindungan asuransi jiwa. Hal yang lebih menguntungkan, program perencanaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita, jadi kita dapat menentukan sendiri jumlah yang akan digunakan untuk produk perlindungan dan produk investasi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Blog Sun Anugerah Caraka 2014

iklan kompetisi foto sun life  Agustus 2014

Sumber referensi : http://www.sunlife.co.id

Iklan

Penulis:

Seorang ibu rumah tangga dengan dua jagoan yang hobi membaca dan menulis

3 tanggapan untuk “Pentingnya Edukasi Finansial Sejak Dini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s